Permendag Direvisi, TikTok Harus Manut

Tak Berkategori

Jumat, 4 Agustus 2023 – 22:04 WIB

VIVA Tekno – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah bakal mengatur perizinan antara platform media sosial dan social-commerce.

Baca Juga :

Transaksi e-commerce Diproyeksikan Capai Rp700 Triliun

Aturan yang dimaksud merevisi Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, maka kekosongan aturan itu akan diperjelas aturan mainnya.

Belakangan, platform media sosial TikTok atau social-commerce TikTok Shop menjadi sorotan karena menggabungkan dua fitur tersebut. Padahal secara aturan seharusnya memiliki izin operasi yang berbeda.

Baca Juga :

Silaturrahmi dengan Zulkifli Hasan, Raffi Ahmad Bakal Terjun ke Politik?

“Nanti e-commerce dengan social-commerce izinnya beda. Jadi, kalau mereka ada media sosial terus ada komersialnya juga itu izinnya akan beda. (Saat ini) Aturan izinnya diajukan ke Kemendag,” kata dia di Jakarta, Jumat, 4 Agustus 2023.

Zulkifli Hasan bilang kalau posisi saat ini mengenai revisi Permendag Nomor 50 Tahun 2020 sudah tahap harmonisasi antarkementerian.

Baca Juga :

Ngeri, Model Seksi Penggemar Chelsea Ini Dibanting ke Meja oleh Lawannya

Mendag Zulkifli Hasan atau Zulhas

Yang menjadi poin penting dalam revisi Permendag kali ini juga ditegaskan bahwa seluruh platform belanja online tidak diperbolehkan menjadi produsen dalam produk apapun.

Halaman Selanjutnya

“Tidak boleh jadi produsen. Misalnya, TikTok bikin celana dengan merek yang sama, ya, tidak bisa,” tegasnya. Oleh karena itu, perlu diatur secara regulasi lewat revisi Permendag agar tidak ada ruang abu-abu untuk mengatur bisnis atau izin usaha online di setiap platform.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *