Karak Bratan Solo, Teman Bersantap Nasi yang Banyak Diburu Hingga ke Luar Negeri

Tak Berkategori

Sabtu, 19 Agustus 2023 – 08:08 WIB

Solo – Kota Surakarta atau yang akrab disapa Solo dikenal memiliki beragam kuliner yang menggiurkan. Namun, khusus untuk yang satu ini tidak ada duanya. Namanya Karak Bratan. Dinamai Kampung Bratan yang diproduksi di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. 

Baca Juga :

Gibran Pakai Baju Juru Parkir Saat Pawai Pembangunan di Solo, Ini Alasannya

Orang Indonesia biasanya harus ada sambal atau kerupuk saat makan nasi. Kalaupun tidak ada kerupuk, kamu bisa menggantinya dengan yang lain seperti keripik, rempeyek, atau karak. Karak ini sangat renyah dan merupakan makanan sejenis kerupuk sebagai teman santap nasi. 

Salah satu karak terpopuler di Kampung Bratan ini diproduksi oleh keluarga Mbah Sastro. Karaknya ini sudah sangat populer dan bahkan bisnisnya sudah puluhan tahun. Saat ini, rumah produksi karak tersebut diteruskan oleh generasi ketiga.

Baca Juga :

Liga Bola Rakyat Sukses Bangkitkan UMKM

Karak Bratan Mbah Sastro Solo

“Mbah Sastro itu udah hidup sekitar setelah kemerdekaan, habis kemerdekaan itu dia mulai membuat (karak bratan) kemudian sampai tahun 1984-1985 itu dia vakum karena meninggal,” kata cucu Mbah Sastro dalam acara Jelajah Gizi 2023 Danone Indonesia dan Citilink Indonesia di Solo pada Senin, 14 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Gubernur NTT Victor Laiskodat Dikecam Usai Mengolok-olok Orang Miskin

“Kevakumannya itu diisi oleh bude saya, dia bawa ke Surabaya tapi tidak berhasil. Kemudian saya yang meneruskannya di sini mulai tahun 1996. Allhamdulillah perjalanannya bagu sekali sampai tahun 2002, tapi mulai 2006 (pendapatan) menurun lagi sampe hari ini,” ungkapnya. 

Proses pembuatan karak bratan ini sangat sederhana. Bahannya sendiri hanya berupa nasi yang dikukus dengan sejumlah bumbu seperti bawang dan garam. Semua bahan itu ditumbuh sampai halus dan kemudian diiris tipis-tipis seperti kerupuk. 

Halaman Selanjutnya

Setelah itu, bahan tersebut dijemur sampai benar-benar kering, kemudian baru digoreng sampai mengembang. Maka jadilah karak bratan Mbah Sastro yang gurih dan renyah. Meski dikenal makanan kelas bawah, karak ini rupanya banyak dicari. 

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *