Kampus Ini Jadi Universitas Favorit Nomor 1 Tujuan Penerima Beasiswa LPDP

Tak Berkategori

TEMPO.CO, Jakarta – Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2023 kembali digelar untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia. Tahun ini, angkatan 209, Asa Gaharu mewadahi total 304 mahasiswa ke 11 negara tujuan. Persiapan keberangkatan digelar selama sepekan pada 30 Juli – 5 Agustus 2023. 

Universitas Gadjah Mada atau UGM menjadi tujuan favorit nomor satu bagi penerima beasiswa dalam negeri. Tahun ini, penerima beasiswa di UGM mencapai 85 mahasiswa dari total 304 penerima.

“UGM masih menjadi tujuan favorit mahasiswa beasiswa LPDP, mengalahkan skema BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) Kemendikbud yang kebanyakan ke UK,” ucap Puji Astuti yang merupakan Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM dilansir dari situs UGM pada Rabu, 9 Agustus 2023.

Jumlah tersebut, kata Puji, menjadi salah satu indikator keberhasilan UGM dalam mewujudkan visinya, yakni perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa, dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

“UGM berdedikasi untuk dapat memberikan pendidikan merata bagi seluruh pelajar di Indonesia. Berbagai peluang dan kemudahan telah terbuka untuk mahasiswa lain mengenyam pendidikan di UGM,” ujarnyanya.

Angkatan 209, Asa Gaharu rencananya akan diberangkatkan pada Agustus dan Januari 2024. Uniknya, nama “Asa Gaharu” sendiri memiliki makna semangat angkatan 209 menuju perkembangan teknologi, mengedepankan isu lingkungan dan keberlangsungan generasi masa depan.  

Iklan

Dibentuk pada 28 Desember 2011, program LPDP merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan Indonesia. Program ini ditujukan untuk merealisasikan alokasi dana pendidikan dalam prioritas APBN.

Beasiswa LPDP terdiri dari pendanaan dalam negeri dan luar negeri, melalui beasiswa tesis dan disertasi, afirmasi, dan pendidikan dokter spesialis di dalam dan luar negeri. 

Melalui beasiswa LPDP, pelajar Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan emas ini untuk mencurahkan waktu dan kerja kerasnya untuk menempuh pendidikan lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. “Hasil pembelajaran ini menjadi dasar generasi ini untuk dapat berkontribusi bagi negara dan bersaing di masa depan,” ujar Puji.

 Pilihan Editor: Kisah Yubita Perempuan Difabel, Kubur Mimpi Jadi Dokter hingga Diterima di UGM



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *