Usulan Cabut KJP Anak Terlibat Tawuran, KPAI: Akan Bisa Ganggu Hak Siswa

WARTAKOTALIVE.COM, KEBON JERUK – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah minta kepada Pemprov DKI tidak mencabut KJP anak yang terlibat tawuran.

Komisioner KPAI, Kawiyan mengatakan, jika ada anak yang terlibat tawuran tidak boleh KJP nya dicabut.

Hal itu ia katakan karena dapat menganggu proses belajar anak tersebut dan memutus hak-hak para siswa.

“Apalagi kalau itu berasa dari keluarga tidak mampu,” jelasnya, Selasa (3/10/2023).

Jika ada anak atau pelajar yang terlibat tawuran, maka harus dilakukan pembinaan dari semua elemen.

Sehingga, dari pembinaan ini para pelajar yang ada di Jakarta tidak lagi terlibat atai ikut-ikutan tawuran bersama temannya.

Baca juga: Partai Golkar Usul KJP Dihapus Karena Tidak Tepat Sasaran, Disdik DKI Jakarta Buka Suara

“Sesuai dengan Undang-undang perlindungan anak, korban dan pelaku anak itu harus dilindungi,” kata Kawiyan.

Oleh karena itu, meski dia terlibat dalam suatu kasus melukai bahkan sampai membunuh lawannya saat tawuran maka hak-haknya tetap harus terpenuhi.

Apalagi jika pelajar itu di bawah 14 tahun tidak bisa dipidanakan dan dikembalikan ke orangtuanya untuk dibina.

Baca juga: Banyak Tidak Sesuai Sasaran, Sekda DKI Jakarta Amini Banyak Temui Masalah di KJP

“Kalau pun dia dikenakan pidana maka harus diperlakukan secara khusus, misalnya ada diversi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI menolak pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) terhadap anak yang ketahuan tawuran.

Koordinator Layanan Hukum dan Advokat Supervisi PPPA Pemprov DKI Wilayah Jakarta Barat, Novia Gasma mengatakan, jika KJP dicabut maka akan menghalangi hak anak untuk mendapat pendidikan di Jakarta.

“Mungkin pencabutan bisa menjadi alternatif terakhir, kalau ada keberulangan (mengulangi perbuatannya),” jelas Novia di Jakarta, Selasa (3/10/2022).

Baca Juga  Terima Dukungan JPM 08, TKN Ungkap Jika Capres yang Didukung Anak Muda akan Menangi Pilpres 2024

 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *