Surati Kominfo, KPAI Minta Video Kekerasan di Binus School Di-Take Down

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mentake down (menghilangkan) video kekerasan di Binus School Serpong.

Komisioner KPAI, Aris Adi Leksono mengatakan, dalam sistem peradilan anak, baik korban, pelaku maupun saksi dijaga identitasnya.

Kata Aris, orang yang mengumumkan identitas anak bisa dikenakan pidana penjara lima tahun sesuai aturan Undang-Undang yang berlaku.

“Misalnya wajah pelaku, wajah korban, wajah saksi. Termasuk juga orangtuanya, baik orangtua pelaku maupun korban,” katanya, di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024) 

Baca juga: Update Kasus Bullying Binus School Serpong, Polisi Periksa Lima Pelajar Saksi Kunci Perundungan

Untuk memastikan identitas tidak terekspos secara luas, pihaknya bersurat ke kominfo untuk men 
takedown video yang viral tersebut.

Selain video mengandung kekerasan, pihaknya khawatir video terkait berpengaruh ke masa depan anak pelaku dan anak saksi. 

“Dan kami hawatir juga anak-anak lain terinspirasi melakukan kekerasan yang sama,” katanya.

Aris menjelaskan, pihaknya sangat hati-hati menangani kasus tersebut.

Baca juga: Terlalu Lama, KPAI Desak Polres Tangsel Segera Ungkap Kasus Bullying Binus School Serpong

“Prinsipnya bagi KPAI, kekerasan tidak diperbolehkan. Siapapun itu termasuk anak. Kedua, tentu semua pihak harus bergerak secara bersama dan memastikan semua instrumen di dalam UU perlindungan anak tertangani dengan baik,” ujarnya. (Raf)



Quoted From Many Source

Baca Juga  Nadiem Makarim Soal Kecelakaan Maut SMK Lingga Kencana, akankah Melarang Study Tour?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *