Sivitas UGM Kritik Keras Jokowi, Hasto Yakin Kampus lain Ikut, Apa Kata Anies Baswedan?

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai mendapat sorotan dari kaum intelektual seperti kampus.

Hal ini nyaris sama seperti saat mahasiswa melengserkan Presiden ke-2 RI Soeharto pada 1998.

Kini, sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai almamater Presiden Jokowi, melakukan kritik keras.

Mereka sudah tak tahan melihat penyimpangan yang dilakukan Jokowi jelang akhir kekuasaannya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memprediksi, kritik yang disampaikan sivitas akademika kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan diikuti perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Hasto berpandangan bahwa sikap ini hasil dari pencermatan atas tindakan menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi Tanah Air beberapa waktu belakangan.

Baca juga: Guru Besar UGM Ingatkan Presiden Jokowi soal Etika, Berikut Isi Lengkap Petisi Bulaksumur Yogyakarta

“Ini kami yakini akan diikuti oleh perguruan tinggi yang lainnya,” kata Hasto di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2024).

“Ini bukan demi kemenangan kami, tetapi kemenangan rakyat agar rakyat juara. Ini demi demokrasi yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat,” imbuhnya.

Hasto menyampaikan sejumlah contoh tindakan menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Pertama, menurut dia, hal itu ditandai dengan dugaan keterlibatan oknum-oknum aparat negara untuk melakukan berbagai intimidasi terhadap rakyat.

Baca juga: Setelah UGM dan UII, Besok UI Bergerak Keluarkan Petisi Ingatkan Presiden Jokowi

Kedua, pernyataan Presiden tentang keterlibatan pejabat publik terkait keberpihakan pada masa kampanye.

“Inilah yang kemudian membawa demokrasi Indonesia dalam titik yang sangat kritis, yang mendorong para guru bangsa untuk turun gunung yang mendorong kelompok-kelompok pro-demokrasi, bahkan Universitas Gadjah Mada pun telah menyampaikan sikap di tempat yang sangat keramat, sangat penting sebagai simbol Gadjah Mada yaitu Balairung,” kata Hasto.

Baca Juga  Tabrak Prof! di Medan, Mahfud MD Komitmen Tetap Tegas Karena Sudah Bangun Karier Politik 24 Tahun

Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini mengingatkan kembali bahwa pemilu menyangkut martabat dan kehormatan terhadap bagaimana semua pihak sudah seharusnya menjadikan rakyat sebagai sumber kedaulatan.

“Karena tidak ada kekuasaan abadi selain kekuasaan dari Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT,” tandas politisi asal Yogyakarta ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai digoyang mahasiswa, diprediksi arus demo akan menguat menyerupai tahun 1998 silam. (KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *