Jimly Sebut DPR di Era Jokowi Memble, Tidak Gunakan Hak Angket Selama 10 Tahun

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengatakan hanya di era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), DPR tidak menggunakan hak angket.

Padahal, kata Jimly hak angket merupakan salah satu wujud dari check and balances yang bisa dilakukan DPR kepada pemerintah.

Karenanya Jimly menyebut selama 10 tahun DPR di era Jokowi memble karena tidak menjalankan fungsinya.

“Ini penting untuk check and balance. Kan saya bilang ini sejak reformasi cuma dia (Jokowi) saja, semua presiden tuh kebagian kena angket,” kata Jimly dalam program Gaspol di YouTube Kompas.com, Sabtu (2/3/2024).

Jimly menekankan adanya hak angket merupakan bentuk bahwa DPR RI betul-betul bekerja menjalankan tugas dan fungsinya.

Menurut dia, kehadiran hak angket juga tidak akan memecah belah bangsa Indonesia bahkan menjadi indikator bahwa demokrasi di Tanah Air berjalan baik.

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Akal-akalan Baru agar Presiden Cawe-cawe di Pilgub Jakarta, Isi RUU DKJ Mengecoh

“(Tanpa hak angket) Tidak berfungsi dengan baik. Itu juga tidak sehat untuk catatan demokrasi 10 20 tahun ke depan. Ada periode (kepemimpinan Jokowi) 10 tahun kok parlemennya memble,” ucap Jimly.

Jimly menambahkan mayoritas pemerintahan presiden sebelum Jokowi mengalami hak angket DPR. Mulai dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Nah satu-satunya yang belum ngalamin nih Jokowi. Itu artinya fungsi parlemen tidak jalan,” ucap dia.  

Diketahui, belakangan ramai wacana penggunaan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan pemilu.

Baca juga: Publik Menanti Pertemuan Surya Paloh dan Megawati Bahas Hak Angket, Nasdem: Belum Ada Tanggal

Baca Juga  Kapten Timnas AMIN M Syaugi: Pernyataan Sudirman Said Soal Waketum Nasdem Bukan Sikap Timnas

Hal ini pertama kali diungkap oleh kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Ganjar mendorong dua partai politik pengusungnya, PDI-P dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggunakan hak angket karena menurutnya DPR tidak boleh diam dengan dugaan kecurangan yang menurutnya sudah telanjang.

Wacana ini disambut calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyatakan partai politik pengusungnya juga siap untuk menggulirlan hak angket.

Ketiga parpol pengusung Anies-Muhaimin adalah Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera.

“Kami ketemu dan membahas langkah-langkah dan kami solid karena itu saya sampaikan, ketika insiatif hak angket itu dilakukan maka tiga partai ini siap ikut,” ujarnya saat ditemui di Kantor THN Anies-Muhaimin Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024) lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Era Jokowi Tak Ada Hak Angket, Jimly: 10 Tahun Kok DPR-nya Memble”



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *