Besok, Polisi Kembali Periksa Guru SDN Petukangan Utara untuk Cari Motif Siswi Terjun dari Lantai 4

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU – Besok, Rabu (3/10/2023), penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akan kembali memeriksa pihak guru dan Kepala Sekolah SDN Petukangan Utara.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mendalami motif siswi SDN Petukangan Utara, berinisial SR (13) melompat dari lantai 4.

“Besok kami rencananya akan memanggil kembali para guru, untuk mendalami motif kematian korban, kemungkinan wali kelas kami panggil lagi,” kata Yossi kepada wartawan, Selasa (2/10/2023).

Yossi membeberkan rangkaian peristiwa sebelum SR ditemukan tewas usai terjun dari lantai 4 gedung sekolah.

Yossi mengatakan, sebelum SR ditemukan tewas, para siswa SDN Petukangan Utara termasuk SR sedang melakukan program pembiasaan di lapangan sekolah.

Hal itu dilakukan para siswa, sekira pukul 06.30 WIB pagi. Setiap Selasa kata Yossi, pembiasaan dilakukan untuk menampilkan drama atau teatrikal di depan seluruh murid.

“Jadi rangkaian peristiwa bahwa pada pagi hari itu, sesuai dengan jadwal di sekolah tersebut, dimulai pukul 06.30 itu ada kegiatan pembiasaan,” ujar Yossi.

Baca juga: Terungkap! Sebelum Terjun dari Lantai 4, Siswi SDN Petukangan Utara Lakukan Program Pembiasaan

“Jadwal pada hari Selasa adalah pembiasaan untuk penampilan drama atau teatrikal,” ucap Yossi.

Semua siswa berbaris sesuai kelas masing-masing.

Kala itu lanjut Yossi, sempat terjadi dorong-dorongan, antara SR dengan teman sekelasnya.

Setelah rangkaian pembiasaan itu dilakukan, seluruh murid mulai melaksanakan kegiatan belajar seperti biasanya.

Saat sudah berada di kelas, teman satu kelas SR berbicara kepada guru, bahwa SR sempat berselisih dengan temannya berinisial H.

Baca juga: Buntut Tewasnya Siswi SDN Petukangan Utara, Polisi Periksa 12 Saksi Mulai dari Siswa Hingga Guru

“Kemudian hal ini dilaporkan kepada wali kelas. Lalu wali kelas memanggil korban dengan salah satu temannya untuk menengahi atau menasihati,” terang Yossi.

Baca Juga  Perdana Menteri Australia Tak Sabar Lihat Prabowo Subianto Dilantik Jadi Presiden RI

Kala itu, wali kelas pun memanggil SR dan H untuk menengahi dan menasihati, di depan kelas.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *