Awalnya Hobi, Sersan Mayor Ibrahim Kini Jadi Translator Bahasa Arab: Ngajar Siswa asal Palestina

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

WARTAKOTALIVE.COM, LEBAK BULUS — Perjalanan hidup adalah suatu misteri panjang yang tak seorang pun mengetahuinya.

Seperti Sersan Mayor Ibrohim Abdul Shidiq misalnya, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) itu kini menjalankan tugas negara sebagai seorang guru, sekaligus translator bahasa Arab di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Kementerian Pertahanan Negara (Kemenhan) RI. 

Kepada Warta Kota, Serma Ibrohim menyebut jika ia baru satu tahun menjadi seorang penerjemah dan membantu prajurit atau mahasiswa asing dari Timur Tengah belajar bahasa Arab dan Indonesia. 

Pasalnya, Ibrohim memang memiliki kemahiran berbahasa Arab sejak dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). 

Kala itu, Ibrohim belajar di sebuah pesantren As-Syifa, Garut, Jawa Barat, hingga akhirnya ia fokus mendaftarkan diri sebagai abdi negara seusai lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) 2008 lalu.

Baca juga: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam, Sempat Cita-cita Jadi Bupati Lewat Jalur Tentara

Dalam perjalanannya itu, Ibrohim banyak berlatih mengembangkan kualitas diri dalam berbahasa Arab sembari mengemban amanah sebagai prajurit TNI. 

Hingga akhirnya, kini ia dapat menikmati buah manis perjuangannya itu dengan bertugas di tempat dan posisi yang ia senangi.

Terlebih, saat ini Ibrohim diberi kesempatan untuk mengajar bahasa Indonesia kepada siswa asal Palestina yang akan berkuliah di Universitas Pertahanan Negara (Unhan).

“Kami bekerja di sini kurang lebih satu tahun, alhamdulillah tahun ini sudah mengajarkan bahasa Arab kepada orang-orang Indonesia, baik militer maupun PNS di lingkungan Kemenhan maupun di lingkungan TNI yang akan bertugas ke luar negeri,” kata Ibrohim saat ditemui di Pusdiklat Bahasa Kemenhan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2024).

Baca Juga  Bagikan 1.000 Botol Kopi Gratis, JFX dan Baznas Bazis DKI Jakarta Gelar Coffee Day

Baca juga: Sosok Anisha Isa-Kalebic yang Dinikahi Pangeran Tampan Abdul Mateen dari Brunei Darussalam

“Dan alhamdulillah pada saat ini kami berkesempatan untuk menjadi pembina bagi siswa siswa asal Palestina yang akan kuliah di Universitas Pertahanan Negara (Unhan),” lanjutnya.

Menurutnya, pendampingan kepada mahasiswa asal Palestina itu dilakukan selama 24 jam mulai dari Senin sampai Jumat, sejak mereka tiba di Indonesia November 2023 lalu.

Pasalnya, para siswa yang berjumlah 22 orang itu masih memiliki kesulitan berbahasa Indonesia di awal-awal pelatihan.

“Kedua, kami diperbantukan mengajar bahasa Indonesia karena tentu mereka ke sini dengan bahasa yang nol, sehingga satu satunya bahasa yang mereka pahami bahasa Arab,” katanya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *